bisnis

Pesanan Kolang-kaling di Tasikmalaya Naik, Bahan Baku Minim

Rabu, 6 April 2022 | 04:19 WIB

Mediapriangan.com - Ramadan, tak hanya menjadi bulah penuh keberkahan, selain menjadi ladang pahala tapi juga menjadi ladang rezeki, seperti halnya bagi para perajin Kolang kaling (Cangkaleng) di Tasikmalaya. 

Kini omzetnya meningkat hingga 80 persen jika dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya. Namun, kini para perajin kolang kaling kesulitan mendapatkan bahan baku sehingga harus mendatangkan dari Sumatera.

Kolang-kaling sendiri merupakan biji muda dari buah pohon Aren yang sering dijadikan bahan campuran olahan minuman dan makanan manis. Tak hanya terasa segar dan nikmat juga mengandung banyak nutrisi. Maka masyarakat Indonesia banyak yang mengkonsumsi Kolang-kaling sebagai menu buka puasa (Takjil).

Nunur, Pengepul Kolang Kaling asal di Kampung Gunung Tanjung, Desa Gunungtanjung, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, pendapatan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, angkanya pun mencapai 80 persen. Berdasarkan pantauan, sekarang ini permintaan kolang kaling di Tasikmalaya sedang meningkat.

Namun, lanjut Nunur, meningkatnya permintaan tersebut berimbas terhadap bahan baku yang kini sulit didapat lantaran banyak bermunculan bandar baru hingga berdampak pula terhadap harga jual Kolang-kaling di pasaran.

“Terpaksa harus mendatangkan Kolang kaling dari luar daerah seperti dari Palembang, Padang dan Medan, hingga menambah biaya oprasional cukup besar. Permintaan ini pun tidak hanya lokal, tapi banyak dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang harganya lebih tinggi,” ucapnya.

Ia memperkirakan permintaan Kolang kaling akan terus meningkat hingga akhir bulan puasa Ramadan ini, seiring tingginya konsumsi masyarakat.*


Tags

Terkini