Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Sinergi Untuk Ketahanan Dan Pertumbuhan 

Dilihat : 24 kali.


Mediapriangan.com – Di tahun 2018 merupakan tahun penuh tantangan bagi ekonomi Indonesia. Sebab, di tengah upaya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi nasional, ekonomi global justru bergerak penuh ketidakpastian. Diprediksi beberapa saat kedepan masih diwarnai ketidakmerataan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya Heru Saptaji mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu dicermati, Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup tinggi 2018 diperkirakan sekitar 3,73 % kemungkinan melandai di 2019 ke kisaran 3,70%. Hala tersebut mendorong volume perdagangan dan harga komoditas dunia tetap rendah.

“Faktor kedua yang menjadi perhatian di 2018 adalah kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Uni Eropa dan sejumlah negara maju lainnya. Dan faktor Ketiga, ketidakpastian global mendorong tingginya premi risk investment di negara-negara Emerging Markets,” kata Heru usai gelaran acara pertemuan tahunan bersama Instansi Pemerintah maupun swasta dan pengusaha di Priangan Timur, Kamis (20/12/2018).

Dalam menjalankan peranan dan kontribusinya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Tasikmalaya, kata Heru, untuk mendorong pengembangan ekonomi dan peranannya diantaranya, menjalankan fungsi dan advisory ekonomi dan keuangan melakukan berbagai kajian secara komfrehensif dengan dasar data statistik yang akurat.

Selain itu, fungsi pengelolaan uang rupiah, memastikan kebutuhan uang rupiah layak edar di Priangan Timur tercukupi. Fungsi pengembangan UMKM merupakan ujung tombak dalam pengembangan UMKM terutama yang berorientasi ekspor diantaranya pengembangan padi organik, kopi Cigalontang, pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, klaster bordir, pembinaan wira usaha Bank Indonesia dan lainya mengenai event kreatif.

Ditambahkan Heru, peranan BI Tasikmakaya juga adalah sebagai fungsi operasional sistem pembayaran. Dan menyelenggarakan kegiatan capacity building bagi Bank peserta Kliring. Fungsi pengawasan sistem pembayaran, pengelolaan uang rupiah dan keuangan inklusif memberikan memberikan perlindungan konsumen dan penertiban kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA).

Menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi kebijakan. “Melakukan koordinasi yang paling strategis dalam rangka pengendalian inflasi di daerah melalui pelaksanaan berbagai program TPID. Serta berkoordinasi dengan perbankan melalui badan musyawarah perbankan daerah juga fungsi manajemen intern,” katanya.

Dikatakannya, secara umum Indonesia telah menunjukan ketahanan dalam menghadapi dampak rambatan global dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut. Kedepan prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik di tahun 2019 dan akan lebih baik lagi dalam jangka menengah-panjang. Kuncinya adalah sinergi kebijakan ekonomi nasional antara pemerintah, Bank Indonesia dan berbagai otoritas lainnya.

“Optimisme dan persepsi positif perlu terus kita perkuat untuk menyongsong masa depan ekonomi yang lebih baik. Ketahanan akan semakin kuat dan pertumbuhan ekonomi akan semakin tinggi sehingga membawa masyarakat yang semakin sejahtera,” katanya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *