Mediapriangan.com - Setelah dua tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) XXXII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tingkat perguruan tinggi Se-Indonesia tahun 2022 kembali digelar.
Dengan mengangkat tema Konsistensi Mahasiswa Pecinta Alam terhadap Penyelamatan Ekosistem Laut ini, TWKM XXXII dibuka di Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Kamis (9/6/2022).
Kegiatan pembukaan dimeriahkan dengan pertunjukan kesenian Sunda yang dibawakan oleh Nalingnong yang merupakan bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Musik Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Dalam kegiatan pembukaan tersebut, dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor Universitas Siliwangi, Dekan, Ketua Lembaga, dan Kepala Biro Universitas Siliwangi.
Selain itu, dihadiri juga oleh jajaran perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua Pelaksana TWKM XXXII, Aditya Tadika Buliana menuturkan, TWKM Mapala tingkat perguruan tinggi se-Indonesia, adalah salah satu wujud dari keinginan mahasiswa pecinta alam (Mapala) untuk dapat menjembatani arus informasi antar organisasi Mapala, yang telah dilaksanakan sejak tahun 1988.
"Kegiatan TWKM yang dilaksanakan di Kota Tasikmalaya ini merupakan penyelenggaraan yang ke-32. Di dalamnya ada beberapa rangkaian acara di antaranya diskusi panel, temu wicara, workshop kepecintaalaman, dan Field Trip atau kenal medan," tutur Aditya.
Menurutnya, Kegiatan TWKM XXXII yang dilaksanakan di Universitas Siliwangi ini merupakan hasil rekomendasi kegiatan TWKM sebelumnya, yang dilaksanakan di UIN Antasari Banjarmasin - Kalimantan Selatan pada 21-27 Oktober 2019 lalu.
Kemudian terang dia, ditindaklanjuti dengan rekomendasi dari Dirjen Dikti, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Oleh karena itu jelas dia, secara otomatis Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Khaniwata Universitas Siliwangi sebagai panitia penyelenggara kegiatan TWKM ini.
"Selain dilaksanakan di kampus 2 Universitas Siliwangi, kegiatan juga dilaksanakan di Suaka Margasatwa Laut Sindangkerta," ujarnya.
Dia menambahkan, TWKM XXXII dilaksanakan dengan tujuan, menumbuhkan kesadaran dan sikap kritis Mapala Indonesia terhadap permasalahan lingkungan.
Kemudian, meningkatkan peran serta Mapala dalam permasalahan lingkungan dan organisasi kepecintaalaman, meningkatkan wawasan di bidang kepecintaalaman dan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Selanjutnya, juga untuk menumbuhkan persatuan, kesatuan dengan persaudaraan antar Mapala, sebagai implementasi kode etik Mapala Indonesia.