Mediapriangan.com - Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat dalam skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) oleh dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya kembali dilaksanakan. Kali ini dengan mengusung tema Edukasi Etnobotani “Meramban” untuk warga Dusun Palasari di Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Jumat-Minggu, (22-24/7/2022).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sukahurip, Abdul Hadi, dengan dihadiri para dosen Unsil, mahasiswa dan Komunitas Ecovillage “Anadopah”, unsur tokoh masyarakat serta dari karang taruna, pada Jumat (22/7/2022).
Baca juga: Rektor Unsil Tasikmalaya: Laut Merupakan Aset Ekonomi Terbesar Di Bumi
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian pada Masyarakat Dr. Diana Hernawati, M.Pd mengatakan kegiatan meramban ini telah dilakukan oleh nenek moyang kita sebagai bentuk memenuhi kebutuhan untuk bahan pangan sehari-hari.
"Aktivitas meramban yang dilakukan nenek moyang, mampu menyediakan berbagai tumbuhan yang dapat dikonsumsi dan relatif aman, sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari," katanya, saat dikonfirmasi di Kota Tasikmalaya, Selasa (2/8/2022).
Baca juga: Program Pendidikan Jabar Future Leader 2022, Beasiswa D3-S3 Untuk Warga Jabar
Oleh karena itu, Dr. Diana melanjutkan, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan kembali aktivitas meramban, yang dalam bahasa Sunda dikenal dengan "Ngundeur".
Ngundeur adalah memetik pucuk daun untuk dibuat lalapan mentah atau dikukus dulu, untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa konsumsi tumbuhan dalam menu makanan keluarga sehari-hari sudah menjadi tradisi masyarakat Sunda.
"Namun saat ini, budaya Ngundeur nyaris hilang bahkan tak dikenal oleh generasi muda. Oleh karena itu, kebiasaan Ngundeur ini perlu diangkat kembali kepada generasi saat ini, khususnya kalangan muda-mudi.
Baca juga: Tasikmalaya Tuan Rumah TWKM XXXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia
Sementara Ketua Komunitas Ecovillage Anadopah Dadang Suherman, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas kegiatan PKM Dosen Unsil Tasikmalaya ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memelihara nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat Sunda, khususnya yang berada di Dusun Palasari, yang letaknya di kaki gunung Sawal.
"Masyarakat diingatkan kembali dengan aktivitas meramban (Ngundeur), sehingga manfaat kearifan lokal yang satu ini merupakan pola hidup sehat dengan memanfaatkan tumbuhan liar berpotensi pangan di lingkungan sekitar dusun Palasari," ujarnya.
Baca juga: Unigal Ciamis Gelar Pelatihan Digital Marketing Bagi Paguyuban Pedagang Kawargian Adat