Inilah Kajian Gubernur Jabar Ridwan Kamil Dalam Rakernas PBNU Di Cipasung Tasikmalaya

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 25 Maret 2022 | 14:24 WIB

Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengatakan, beberapa poin hasil kajian yang dirangkum dengan sebutan kajian megatrend dalam sepuluh tahun ke depan.

Pertama adalah trend global warming atau pemanasan global yang kian terasa dengan meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan.

Demikian dengan cuaca yang saat ini sulit dipredisksi. Sehingga kondisi ini mendorong semua berpikir bagaimana cara pandang semua pihak terhadap berbagai perubahan kondisi global yang akan terus terjadi ke depan.

Demikian hal itu diutarakan Gubernur Jabar pada acara pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) dan Pengukuhan  Pengurus Lembaga/Badan Khusus PBNU Masa Khidmah 2022-2027 di Kompleks Pondok Pesantren Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (24/3/2022). 

Berikutnya, kata Ridwan Kamil, adalah Disrupsi Digital. Adanya inovasi dan perubahan fundamental dalam teknologi digital yang mengubah tatanan ke cara-cara baru. 

"Salah satu contoh kongkret, pada awalnya handphone (HP) adalah sebuah pilihan, tetapi kini menjadi paksaan. HP tak lagi hanya alat komunikasi tetapi kini menjadi alat produksi. Hanya dengan klik tombol-tombol perintah di layar, bisa menyiram tanaman, memberi pakan ternak dan lain sebagainya," terang dia. 

Selanjutnya soal kesehatan seperti pandemi sekarang ini, tidak tahu kapan  ini menjadi endemi. Sehingga mau tidak mau saat ini menuntut adaptasi gaya hidup. 

-

Kemudian kata dia, adanya geopolitik internasional yang semakin menguat. Harus diakui, suka atau tidak suka bahwa negara Tiongkok akan menjadi sebuah kekuatan baru yang sangat besar. Maka semua harus pintar-pintar dalam memilih mitra geopolitik. 

"Saya yakin PBNU bisa melaluinya dengan baik. Saya tahu, Gus Yahya (Ketum PBNU) telah sering melakukan diplomasi Islam Washatiyah ke seluruh dunia dan ini sebuah kebanggaan," ujar dia. 

Selain itu, lanjut Ridwan Kamil, trend perang antar negara mungkin bisa saja datang dan pergi seperti terjadi di Ukraina. 

"Maka dalam kontek ini, kami mengajak semua untuk mensyukuri nikmat berbangsa dan bernegara, nikmat kondusivitas, berkumpul dan toleransi yang ada di Indonesia," kata RK. 

Dia menambahkan, ke depan akan ada perebutan sumber daya alam yang lebih kuat. 

Kebijakan Presiden Joko Widodo menghentikan ekspor batu bara, nyatanya memicu protes beberapa negara. Bahkan negara ini digugat gara-gara Nikel tidak boleh diekspor lagi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X