Aksi Mahasiswa Tasikmalaya Menolak Kenaikan BBM Berakhir Ricuh

photo author
Redaksi, Media Priangan
- Kamis, 7 April 2022 | 02:08 WIB

Mediapriangan.com -  Aksi mahasiswa Tasikmalaya yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Tasikmalaya (Semata) dalam menolak kenaikan harga BBM  jenis Pertamax di Depot Pertamina Kota Tasikmalaya, Rabu (6//4/2022) berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi ketika aparat kepolisian mencoba untuk memadamkan ban yang dibakar oleh peserta aksi, sehingga terjadi saling dorong antara mahasiswa dan aparat.

Koordinator aksi Satrian Ilham mengatakan, tidak terima atas tindakan aparat yang menendang dan memukul. Pihaknya akan melaporkan ke propam jabar yang sebelumnya akan melakukan visum terlebih dahulu.

“Saya korbannya langsung, tadi bukti ada aksi dorongan dan saya ditendang di kepala juga dipukul. Nanti saya lakukan visum lalu lapor ke kapolres dan juga propam jabar, kami sedang berkoordinasi ini,” terangnya.

Sementara, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszahri Kurniawan, SH., S.I.K., menegaskan dalam aksi tersebut tidak ada terjadinya pemukulan peserta aksi oleh petugas.

Menurutnya, petugas sudah melakukan tugasnya sesuai tupoksi. Adapun aksi dorong, Kapolres mengatakan, hal itu wajar dalam aksi seperti ini.

“Jadi begini, tugas kami menjaga obyek vital nasional Pertamina. Sebagai mana pemberitahuan dari rekan-rekan mahasiswa, dari hasil komunikasi dari awal bahwa tidak akan ada bakar ban, tapi yang terjadi kan beda lagi, ini sudah melanggar aturan,” terang Kapolres.

“Dan di sini tadi kan petugas berusaha memadamkan, nah yang satu berusaha mencegah agar tidak dipadamkan. Terjadilah saling mendorong, itu hal wajar, tambahnya.

Ia menegaskan, dalam aksi penolakan kenaikan pertamax tersebut, tidak terjadi pemukulan peserta aksi oleh petugas. “Tadi berdasarkan hasil laporan, tidak ada pemukulan,” tuturnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X