Efek PMK Mempengaruhi Omzet Penjualan Daging Sapi Pasar Singaparna

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Selasa, 17 Mei 2022 | 20:00 WIB

Mediapriangan.com - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dan kerbau saat ini, berdampak besar terhadap penurunan omzet penjualan daging sapi di Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Salah seorang pedagang daging sapi  di Pasar Singaparna, Hj Nunung (45) mengatakan, dampak PMK ini sangat dirasakan terhadap pembelian. Dari beberapa orang calon pembeli, rata-rata bersikap over selektif.

"Karena ada PMK, selain memastikan kesegaran daging, mereka juga bertanya asal kota hewan tersebut," kata dia, Selasa (17/5/2022). 

Dia mengakui, belum terasa terdampak secara signifikan terhadap omzet penjualan. Hanya saja memang situasinya berbeda, pembeli seperti dihantui PMK terhadap kesehatan manusia. 

Padahal ucap dia, PMK menurut informasi tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia jika dikonsumsi secara baik dan benar dalam memasak.

"Untuk omzet penjualan sih, hingga hari ini masih terbilang stabil. Demikian juga soal harga, yaitu kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu. Harga sebelum ramai PMK di Rp 160 ribu," tutur dia. 

Menurut Nunung, jika situasi PMK ini tidak segera dapat dikendalikan, maka khawatir ke depan, bisnis penjualan daging sapi di pasar Singaparna ini, akan terus merosot dari sisi omzet. 

Sementara itu, Wawan (38) salah seorang penjual daging sapi di pasar Singaparna menyebutkan, dampak PMK  sangat dirasakan terhadap penjualan. 

"Biasanya saya menjual sebanyak 100 kilogram, kini hanya di kisaran 60-75 kilogram per hari," ujar Wawan. 

Akibat penurunan jumlah penjualan lanjut Wawan, jelas sangat berpengaruh terhadap omzet.

"Cukup berat bagi kami yang menggantungkan hidup dari hasil penjualan daging sapi," ucap dia.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X