Mediapriangan.com - Proses pencarian Emmeril Kahn Mumtadz putra sulung Ridwan Kamil yang terbawa arus di sungai Aaree Bern Swiss sudah memasuki hari ke-7, dan belum membuahkan hasil.
Pihak keluarga Ridwan Kamil sudah mengikhlaskan dan meyakini bahwa Eril sudah meninggal dunia karena tenggelam.
Dengan memperhatikan keterangan dan penjelasan dari pihak keluarga, serta memerhatikan ketentuan syara, maka jenazah harus segera dishalatkan. Karena jenazah belum ditemukan, maka shalat jenazah dilakukan dengan cara shalat gaib.
Baca juga: Proses Pencarian Eril Lebih Intensif, Fokus Di Antara Pintu Air Schwelenmaetelli
Pada Kamis, 2 Juni 2022, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat telah menyerukan kepada seluruh masyarakat muslim untuk melakukan shalat gaib untuk almarhum Eril.
Seruan sama juga disampaikan kepada seluruh Pimpinan MUI Kabupaten dan Kota untuk menyerukan kepada seluruh masyarakat muslim yang berada di wilayahnya untuk melakukan shalat ghaib.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Swiss menyampaikan perubahan status proses pencarian Eril. Perubahan tersebut dilakukan oleh pihak otoritas setempat.
Baca juga: Kabar Terkini Pencarian Putra Sulung Ridwan Kamil Di Sungai Aaree Swiss
Sebelumnya diketahui, bahwa proses pencarian Eril yang terbawa arus di sungai Aare berstatus pencarian orang hilang. Dan kini statusnya diubah menjadi status mencari orang yang tenggelam. Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal.
Maka dari itu, MUI Jawa Barat, mengeluarkan seruan kepada seluruh masyarakat muslim melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Eril.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat mengajak seluruh masyarakat muslim untuk melakukan shalat ghaib pada 3 Juni 2022 hari ini.
Pelaksanaan Shalat Ghaib untuk almarhum Eril ini dapat dilakukan sebelum maupun setelah shalat Jumat.*
Baca juga: Pesan Terakhir Atalia Untuk Eril: Doa Terbaik Mamah Dalam Setiap Helaan Napas