Mediapriangan.com - Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah (P3DW) Kabupaten Tasikmalaya, Ecep Sugiarto mengatakan, pihaknya mencatat ada 105 ribu kendaraan bermotor di Kabupaten Tasikmalaya yang pajaknya belum terbayar.
Angka tersebut kata dia, merupakan 30 persen dari jumlah total kendaraan baik roda dua maupun roda empat di Kabupaten Tasikmalaya, yang menjadi potensi penyumbang pajak kepada negara.
"Di Kabupaten Tasikmalaya ini tercatat ada 305 ribu kendaraan bermotor. Dari jumlah itu, 30 persennya atau 105 ribu menunggak pajak," kata Ecep di sela-sela operasi Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU) di perempatan Muktamar, Singaparna, Rabu (8/6/2022).
Baca juga: Jemaah Calon Haji 2022 Asal Kabupaten Tasikmalaya Mulai Berangkat 14 Juni
Dari angka 305 ribu itu, tambah dia, 90 persennya berupa kendaraan roda dua dan sisanya kendaraan roda empat.
Ecep menyebutkan, selama dua hari pelaksanaan Operasi KTMDU, para pemilik kendaraan yang terjaring operasi mengaku belum melakukan daftar ulang karena masalah ekonomi, akibat dampak pandemi Covid-19.
"Memang alasan mereka karena faktor ekonomi, sehingga belum bisa bayar pajak kendaraan," ujar Ecep.
Lebih lanjut Ecep menuturkan, untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan kepada masyarakat dalam mendaftar ulang, P3DW Kabupaten Tasikmalaya membuka 9 outlet pembayaran yang tersebar di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.
Baca juga: Wakil Bupati Tasikmalaya Usulkan Penambahan Kuota Haji
Yaitu Samsat induk Sukaraja, drive trough Singaparna, outlet Ciawi, Salebu, Karangnunggal, Samades Manonjaya, Saampar Rajapolah, Samling Cikatomas, Taraju, Bojonggabir dan Sodonghilir.
Sebetulnya imbuh Ecep, masyarakat lebih mudah untuk melakukan daftar ulang kendaraan, karena Bapenda Jabar telah meluncurkan layanan berbasis online.
"Masyarakat bisa mengakses e-Samsat, Sambara dan lain sebagainya. Kemudahan ini untuk meningkatkan ketaatan dan kepatuhan masyarakat sekaligus optimalisasi penghasilan daerah dari pajak kendaraan bermotor," ujar dia.*
Baca juga: TP-PKK Kabupaten Tasikmalaya Launching Kampung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat