Mediapriangan.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr HC Ir Airlangga Hartarto MBA MMT menegaskan, Indonesia memiliki peran besar dalam keuangan syariah global.
Keberadaan pondok pesantren (pontren) di Indonesia pada tahun 2020 tercatat sebanyak 28.194 pesantren. Dan sebanyak 44,2 persen di antaranya memiliki sumber daya ekonomi.
"Besarnya potensi ekonomi dalam ekosistem pontren, dinilai dapat mendukung salah satu upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inklusi keuangan," kata dia seusai kunjungan kerja di Pontren Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Rabu (20/4/2022).
Hal itu terang dia, dikarenakan inklusi keuangan memegang peranan penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, dan mengurangi kesenjangan antar individu dan antar daerah.
Sehubungan dengan strategisnya peranan inklusi keuangan lanjut Ketum DPP Golkar ini, Presiden Joko Widodo selaku Ketua Dewan Nasional Keuangan Inklusif, telah menetapkan target tingkat inklusi keuangan sebesar 90 persen pada tahun 2024.
"Target tersebut didukung dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 114 tahun 2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai target inklusi keuangan itu, kita melaksanakan kegiatan sinergi dan kolaborasi program mendukung inklusi keuangan bagi pondok pesantren," tutur dia.
Salah satu programnya, ungkap dia, adalah pelatihan santripreneur oleh Kementerian Perindustrian, dengan tujuan untuk mendukung pemberdayaan pontren agar bisa mandiri sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitarnya.
Langkah tersebut terang dia, merupakan awal dalam mengakselerasi inklusi keuangan dengan memfungsikan pontren, selain sebagai lembaga dakwah, tetapi juga bisa memberdayakan ekonomi para santrinya, para kiai dan masyarakat di sekitar pondok pesantren.
"Program ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para santri, para kiai, dan masyarakat di sekitar pontren,” ujar dia.*
Baca juga: Menko Airlangga Temui Rais Syuriah PBNU Di Cipasung Tasikmalaya