Alumni Satas 90' Serahkan APD

Media Priangan - Wali Kota Tasikmalaya yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya, H Budi Budiman mengapresiasi APD yang diberikan oleh Alumni Satas 90'. Hal tersebut menjadi bagian solidaritas lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, khususnya di lingkup Kota Tasikmalaya.

"Hal ini patut ditiru oleh masyarakat. Kita bisa saling bantu untuk menangani Covid-19 ini, khususnya untuk di Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yang juga alumnus Alumni Satas 90', dr. H Uus Supangat mengatakan bahwa bantuan dari Alumni Satas 90' ini merupakan bentuk respons terhadap kondisi saat ini, di mana Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di Kota Tasikmalaya.

"Saya pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Alumni Satas tahun 90 yang telah menyisihkan uang untuk membantu menangani Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan langkah ini diikuti oleh yang lain," tuturnya.

Sementara Ketua Alumni Satas 90', Andri Andriansyah menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk "Satas 90' Berbagi", khususnya dalam menangani Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu diserahkan 96 APD yang nantinya akan diatur oleh Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dalam distribusinya sesuai kebutuhan.

"Bantuan ini dikumpulkan selama seminggu. Itu dari teman-teman Alumni Satas angkatan tahun 90. Kita memang ada grup WA kan, jadi kalau ada apa-apa, tinggal menyebarkan informasi di situ. Termasuk untuk penggalangan bantuan ini hingga terkumpul dana untuk (membeli) APD," katanya.

Selain APD, Alumni Satas 90' juga membagikan sembako ke masyarakat yang membutuhkan. Pengumpulan dana bantuan tersebut dilakukan melalui nomor rekening yang khusus dibuat untuk donasi Alumni Satas 90'.

"Untuk bantuan APD ini, kita open donasi secara khusus. Tapi selain itu, kita memang buat rekening khusus buat ngumpulin uang kas. Itu digunakan kalau ada yang sakit, atau sebagainya sebagai uang kadeudeuh. Kalau sekarang, uang donasi terpisah dari kas," jelasnya.

Melalui grup WA tersebut juga diinformasikan berbagai hal menyangkut Covid-19, seperti menyikapi momen Ramadan dan Lebaran. Sesuai arahan Pemerintah, diharapkan masyarakat yang berbada di luar kota, tidak mudik ke kota asalnya. "Kita berbagi informasi teman-teman, kalau ada keluarganya di luar kota, itu jangan dulu mudik. Karena mereka kan jadi ODP. Kita minimalisasi saja risiko. Hal-hal semacam itu kita informasikan di grup," terangnya. (Adv)*

Wilayah :

Tasikmalaya

Admin

Total Posts: 3

Media Online yang berbagi informasi untuk masyarakat priangan.