Batasi Pengunjung, Tiket Naik Candi Borobudur Rp750.000 Per Orang

Mediapriangan.com - Pemerintah akan menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur. Harga tiket tersebut menjadi 750.000 per orang untuk wisatawan lokal dan USD 100 untuk wisatawan asing. Sedangkan harga tiket untuk pelajar sebesar 5.000 per orang.

Kenaikan harga tersebut berlaku bagi wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur. Selain harga tiket dinaikkan, pemerintah juga membatasi jumlah wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur, sebanyak 1.200 orang per hari. 

Baca juga: Tujuh Wisata Alam Di Indonesia Menjadi Kunci Sukses Pengembangan Pariwisata

Alasan pemerintah membatasi jumlah wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur, karena adanya rekomendasi dari UNESCO dan juga sejumlah pakar, bahwa kondisi struktur bangunan Candi Borobudur mengalami penurunan. Maka dari itu, pemerintah membatasi wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur. 

Baca juga: Puncak Mahameru, Sang Puncak Impian, Puncak Tertinggi Di Pulau Jawa

Adanya aturan pembatasan jumlah wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur adalah untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara. Sehingga Candi Borobudur sebagai cagar budaya tetap terjaga dan lestari.

Baca juga: Media Digital Memiliki Peran Dalam Mempromosikan Destinasi Wisata

Bagi para wisatawan yang hendak berkunjung ke Candi Borobudur tidak usah khawatir, karena harga tiket masuk Candi Borobudur tidak berubah, yaitu sebesar Rp. 50.000 per orang untuk pengunjung lokal dan USD 25 per orang untuk wisatawan asing. 

Baca juga: Wisata Alam Bandung, Ada Tempat Mandi Bidadari Hingga Penangkaran Rusa

Namun dengan harga tiket tersebut, wisatawan hanya bisa melihat Candi Borobudur disekitar pelatarannya saja. Perubahan Harga tiket tersebut, hanya berlaku bagi wisatawan yang ingin menaiki Candi Borobudur.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Wisata Di Yogyakarta Yang Instagramable Untuk Libur Lebaran 2022

Selain itu, semua wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur diwajibkan menggunakan jasa pemandu wisata dari warga lokal. Hal ini dilakukan untuk menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Borobudur.*

Baca juga: Pembatasan Mulai Dilonggarkan, Bali Bakal Kembali Diserbu Wisatawan