Instrumen Dan Modus Pelanggaran Pemilu 2024 Kian Variatif

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Selasa, 14 Juni 2022 | 15:33 WIB

Mediapriangan.com - Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda mengatakan, tantangan penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024 semakin kompleks

Hal itu selain karena kesadaran politik masyarakat semakin tinggi, instrumen-instrumen serta modus pelanggaran juga kian variatif. 

"Oleh sebab itu, keterlibatan publik dalam pengawasan pemilu nanti mutlak diperlukan," ujarnya, seusai konferensi pers terkait pembukaan pendaftaran pemantau Pemilu 2024.

Dodi menambahkan, untuk menjamin objektivitas pemantauan pemilu, independensi menjadi prinsip yang harus dijunjung tinggi oleh pemantau pemilu.

"Seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat secara umum, dapat melaporkan kepada Bawaslu jika menemukan indikasi maupun bukti ketidaknetralan pemantau pemilu," tuturnya.

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, KPU Kabupaten Tasikmalaya Jalin Silaturahmi Dengan Partai Penguasa

Selain itu tegas dia, pemantau pemilu harus berkomitmen tinggi untuk menyampaikan laporan hasil pemantauan kepada jajaran Bawaslu sesuai dengan program dan wilayah pemantauannya.

"Selain untuk monitoring dan konsolidasi data pengawasan, hal ini juga bertujuan untuk memperkaya analisis tindak lanjut serta sebagai bahan evaluasi kegiatan pengawasan secara komprehensif," ujarnya.

Koordinator Divisi (Kordiv) Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Mohammad Abduh mengatakan, untuk persyaratan pendaftaran pemantau Pemilu 2024, akan disampaikan oleh Bawaslu. 

"Pemantau pemilu ini nanti tugasnya mengawasi pelaksanaan hari pemungutan suara, bersama Bawaslu. Dan jika terjadi indikasi pelanggaran maka bisa disampaikan ke Bawaslu," tambah dia. 

Baca juga: Sikapi Pemilu Reborn, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Bersinergi Dengan Media

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Ahmad Aziz Firdaus mengatakan, ikhtiar Bawaslu dalam penguatan kelembagaan, salah satunya merekrut pemantau pemilu, dengan tagline "Bersama Rakyat Awasi Pemilu". 

"Termasuk kita juga punya gerakan Sadar Anti Politik Uang dan Riswah (Sadapur), menguatkan pengawasan bersama rakyat dengan basis desa. Bersama mengawasi sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 7 tahun 2017," kata dia. 

Bawaslu berharap sebanyak-banyaknya partisipasi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menjadi pemantau pemilu, baik secara kelembagaan atau perorangan untuk memanfaatkan meja layanan yang dicanangkan Bawaslu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X