Mediapriangan.com - Untuk menambah wawasan serta membuat SDM tanggap bencana, Kelurahan Panglayungan bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), menggelar Pelatihan keterampilan taruna siaga bencana, Selasa (7/6/2022).
Dengan menggandeng BPBD Kota Tasikmalaya, kegiatan tersebut diikuti 21 orang perwakilan dari masing-masing RW se-Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya, serta para anggota LPM Panglayungan.
Lurah Panglayungan Suandana, S.IP mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan hasil dari musrenbang kelurahan panglayungan.
"Kegiatan terlaksana dengan anggaran yang bersumber dari APBD Kota Tasikmalaya. Tujuannya untuk membangun kebersamaan seluruh SDM pemerhati lingkungan, terkait bahaya bencana yang terjadi di sekitar lingkungan terdekat," katanya.
Menurutnya, untuk mendukung kemudahan koordinasi penanggulangan bencana di kelurahan Panglayungan, seluruh peserta dari 21 RW masing-masing memegang inventaris HT (Handy Talky).
HT tersebut terang dia, difungsikan untuk melaporkan setiap kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan bencana alam di lingkungan.
Baca juga: Hujan Disertai Angin, Enam Pohon Trembesi Berukuran Besar Di Jalur Ciamis Banjar Ambruk
Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Panglayungan, Ade Candra mengatakan, keluhan masyarakat tentang tanggap darurat bencana, mendorongnya untuk membangun sebuah sistem koordinasi yang baik dalam melakukan tanggap darurat di lapangan.
"Pelatihan tanggap bencana ini pada prinsipnya adalah bagaimana cara melayani masyarakat dengan mudah," ucapnya.
Menurut dia, saat pelaksanaan pelatihan, juga dilaksanakan penyerahan peralatan tanggap darurat bencana secara simbolis dari Kelurahan Panglayungan kepada salah seorang perwakilan masyarakat yaitu Didi Mulyadi warga RW 06.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Lokasi Pedagang Di Alun-Alun Banjarsari Ciamis
Anggota Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, sekaligus sebagai pemateri, berharap hasil pelatihan dapat diaplikasikan oleh masyarakat di Kelurahan Panglayungan.
Dikatakan, berbagai potensi bencana dapat terjadi dimana saja, termasuk Kota Tasikmalaya.