Kesenian Buhun Meriahkan Milangkala Ke-40 Desa Sukabakti Sodonghilir

Mediapriangan.com - Acara milangkala atau hari jadi Desa Sukabakti Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya ke-40 tahun, berlangsung meriah. 

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Senin (20/6/2022) itu, menyajikan beragam kreasi seni budaya lokal, termasuk kesenian buhun hingga berbagai perlombaan yang melibatkan warga desa. 

Bahkan Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum secara khusus datang untuk membuka acara syukur masyarakat Desa Sukabakti pada Senin (20/6/2022). Demikian juga Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto hadir dan menutup seluruh rangkaian acara pada Selasa (21/6/2022) malam. 

Kepala Desa Sukabakti, Nandang Suryana mengatakan, Desa Sukabakti mekar pada 25 Mei 1982 dari Desa Parumasan Kecamatan Sodonghilir

Melalui acara milangkala ini, dia diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada warga desa tentang riwayat keberadaan Desa Sukabakti. 

"Lebih jauh kami ingin menumbuhkan rasa di masyarakat, menjunjung tinggi ikatan sosial, rasa mencintai dan memiliki terhadap desanya sendiri, serta tahu sejarah desanya," kata Nandang, Rabu (22/6/2022).


Nandang menjelaskan, dalam memeriahkan milangkala ini, pihaknya mengangkat seni dan budaya tradisional, khususnya yang berada di Desa Sukabakti. 

Seperti lomba kesenian Gondang yang diikuti ibu-ibu PKK. Pada kesenian buhun ini, peserta bernyanyi mengikuti irama yang dihasilkan dari benturan Halu dengan Lisung dalam aktivitas menumbuk padi di atas Lisung yang dilakukan secara serempak dan tertata. 

"Kami pun melombakan kesenian dari tiap-tiap dusun yang jumlahnya 7 dusun. Ada kesenian angklung, calong, dog-dog, reog, terbang hingga bedug," ujar dia.

Yang tidak kalah menarik, kata Nandang, yaitu lomba warung amal dari setiap dusun. Setiap warung dibuat bertema budaya sunda.

Masing-masing peserta lanjut dia, berinovasi menghias warungnya seindah mungkin, mempergunakan berbagai jenis bambu dan atap berbahan daun ilalang atau ikatan daun rumbia, dikenal dengan hateup.

"Warung amal ini diisi oleh hasil bumi pertanian masyarakat dan produk dusun masing-masing. Barangnya tidak dijual, tetapi diberikan secara gratis kepada pengunjung yang datang," ucap dia. 

Lomba lainnya tambah Nandang, adalah lomba arak-arakan tiap dusun, lomba tumpeng dan sejumlah kesenian lain dan terakhir ditutup dengan tablig akbar melalui kesenian wayang golek.

"Alhamdulilah seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses dengan keterlibatan warga yang berantusias tinggi, alhasil dari kegiatan ini juga Desa Sukabakti dicanangkan oleh pemerintah sebagai rintisan desa wisata," tuturnya.*