Ribuan Anggota PAC Fatayat NU Saksikan Launching Buku Fikrah Fatayat

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Minggu, 29 Mei 2022 | 22:26 WIB

Mediapriangan.com - Ribuan anggota Fatayat NU dari sejumlah PAC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya, memadati dua lantai Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (29/5/2022). 

Selain untuk menyaksikan prosesi pelantikan ketua beserta jajaran pengurus PAC Fatayat masa bakti 2022-2026, mereka hadir dalam rangka pelantikan gerakan bangga berfatayat. 

Kemudian launching buku Fikrah Fatayat NU, launching seribu kader Fatayat (serkafa) dan MoU dengan LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya.

Dengan mengusung tema "Mengukuhkan Konsistensi Gerakan Fatayat Dalam Pendidikan, Ekonomi dan Kesehatan Perempuan", acara tersebut dihadiri Ketua Fatayat NU Jawa Barat, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya, pengurus PCNU, LBH Ansor dan Wakil Bupati Tasikmalaya serta sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya. 

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tasikmalaya, Lilik Latipah menyebutkan, buku Fikrah Fatayat salah satunya merupakan buah pemikiran serta gagasan sejumlah anggota Fatayat NU yang tergabung dalam Komunitas Literasi Fatayat NU. 

Kehadiran komunitas itu terang dia, didasari suatu sasaran bahwa Fatayat NU harus literat. Salah satunya dibuktikan dengan kesadaran belajar di antaranya melalui membaca, menulis atau literasi dan mampu mentransformasikan pemikiran ke dalam perilaku kehidupan sehari-hari. 

"Perempuan itu berharga dengan ilmunya, maka harus terus belajar. Maka Fatayat NU harus literat dengan gerbangnya adalah membaca. Fatayat tidak boleh menjadi perempuan yang identik dengan gosip sana sini," kata dia. 

-

Untuk menjadi Fatayat literat ucap dia, PC Fatayat juga memberikan pelatihan keterampilan menulis. 

"Kiprah Fatayat di bawah itu sangat luar biasa dan menginspirasi. Maka perlu dituangkan dalam tulisan, sehingga harus ada kemampuan menulis," ujarnya. 

Selain membaca dan menulis, pada setiap bulan diadakan pengajian tentang agama, ekonomi, kesehatan dan hukum. Namun  nuansa NU-nya tidak ditinggalkan melalui kajian kitab kuning. 

Pada sektor ekonomi tambah dia, pihaknya mengadakan pelatihan branding marketing. Seperti usaha kuliner yang saat ini sudah berbasis digital atau penjualan secara online.

"Kita kan sudah memiliki warung Fatayat NU, (Warfanu). Jadi produk hasil sahabat Fatayat dikumpulkan di masing-masing daerah ketika sudah satu bulan, wajib di bazarkan," katanya. 

Fatayat dan LBH Ansor Kerja Sama Pendampingan Hukum

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X