Mediapriangan.com - Dari tiga orang yang dinyatakan meninggal dunia, dalam tragedi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus pariwisata di Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jabar, Sabtu (25/6/2022), dua di antaranya merupakan pasangan suami isteri (pasutri).
Satu korban lainnya adalah Cevi warga Sumedang yang merupakan kondektur bus pariwisata City Trans Utama bernomor polisi B 7701 TGA.
Pasutri yang meninggal dunia itu adalah, Olih Komarudin pensiunan anggota Brimob dan Esih Sukaesih yang berprofesi sebagai guru SDN Sayang Jatinangor.
Kades Bangbayang Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Asep Riky Darmawan, yang juga kerabat dekat pasutri mangaku, tidak menyangka jika secepat itu kerabatnya pergi.
Asep menuturkan, pasangan almarhum Olih dan almarhumah Esih tinggal di Griya Utama Rancaekek Selatan. Dan setiap minggu rutin datang ke tanah tempat kelahiranya di Bangbayang.
"Sungguh tidak menyangka, saudara kami ini akan pergi mendahului. Seminggu sekali keduanya rutin datang berjumpa dengan kami," kata dia.
Asep menyebut, jika dalam kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata yang dikemudian Dedi Kurnia Ilahi itu, putri pasangan Olih dan Esih ikut dalam perjalanan.
"Alhamdulilah informasinya selamat dan masih dalam perawatan intensif medis di Puskesmas," kata Asep.
Dia menuturkan, menurut informasi almarhum dan almarhumah duduk di barisan kursi bus paling depan samping kiri sopir.
"Saat kejadian, kata bus sempat menabrak pohon mahoni sebelum akhirnya masuk jurang dan terendam aliran air sungai. Kemungkinan mereka terjepit, lalu pingsan," ujar Asep.
Untuk selanjutnya, pihak keluarga berencana membawa pasangan suami istri tersebut, ke Bangbayang Ciamis.
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, bus yang mengalami kecelakaan dikemudikan oleh Dedi Kurnia Ilahi.
"Dugaan sementara, kecelakaan akibat sopir mengantuk sehingga tak mampu mengendalikan kendaraan yang dikemudikannya," kata Aszhari.*
Baca juga: Malang, Hendak Wisata Musibah Menghadang Di Tasikmalaya