Untuk Pelayanan Prima, DPRD Petakan Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Jawa Barat

photo author
Didit Fauzi, Media Priangan
- Senin, 1 Agustus 2022 | 20:19 WIB

Mediapriangan.com - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Provinsi Jawa Barat terus digodok Pansus VII DPRD Provinsi Jawa Barat. 

Dalam menggali masukan dan informasi, Pimpinan dan Anggota Pansus VII DPRD Jabar melakukan konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB ) dan Dirjen Kementrian Kesehatan.

"Pansus tujuh konsultasi ke DKI Jakarta salah satunya ke Kemenpan RB terkait dengan Surat Edaran 185 mengenai ASN, P3K dan honorer yang pada akhirnya sebenarnya bukan dari Kemenpan RB yang menentukan kuota tetapi semua dikembalikam kepada daerah pengusul,"ujar Anggota Pansus VII DPRD Jabar Daddy Rohanady, Selasa (19/7/2022). 

Adapun sejumlah fokus pembahasan dalam kesempatan tersebut diantaranya pendistribusian tenaga kesehatan, serta pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). 

"Misalnya Jawa Barat mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan berapa sesunggungnya tenaga kesehatan yang dibutuhkan Jabar , kemudian slotnya dilaporkan kembali ke Kemenpan RB untuk dikukuhkan berapa kebutuhan slot di Jawa Barat," katanya.

Baca juga: Raperda Pengelolaan Tenaga Kesehatan, Solusi Dari Pengalaman Hadapi Pandemi Covid-19

Daddy menjelaskan, bahwa kuota pengusulan tersebut pada akhirnya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah karena akan menjadi menjadi beban APBD dalam belanja pegawai. 

"Karena semua itu akan kembali lagi tergantung dengan kemampuan keuangan Jawa Barat karena akan menjadi beban APBD dalam belanja Pegawai "ucapnya. 

Untuk selanjutnya Daddy menyatakan, Pansus akan berbicara dengan pakar dan akan mengundang BKD serta Dinas Kesehatan. Karena Pansus harus mengetahui angka pasti serta pemetaan untuk kebutuhan Jawa Barat agar bisa memberikan layanan kesehatan yang prima kepada masyarakat. 

"Pansus akan berbicara dengan pakar dan turut mengundang BKD dan Dinas kesehatan, agar pansus mengetahui kepastian angka dan pemetaan untuk kebutuhan di Jawa Barat agar bisa memberikan layanan kesehatan yang prima kepada masyarakat Jawa Barat," tuturnya.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X