edukasi

Hepatitis Akut Misterius, Begini Cara Mencegah Penularan Pada Anak

Rabu, 11 Mei 2022 | 10:47 WIB

Mediapriangan.com - Penyakit Hepatitis Akut yang sedang melanda dunia diduga telah masuk ke Indonesia. Kejadian ini menimpa anak-anak yang sebelumnya sehat, dengan rentang usia mulai dari 11 bulan sampai 5 tahun.

Kemenkes RI melaporkan ada tiga anak meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini. Disebut misterius, karena belum diketahui penyebabnya secara pasti.

Kabar munculnya hepatitis akut membikin masyarakat waswas, khususnya kelompok orang tua. Betapa tidak, mayoritas kasus penyakit yang menyerang organ hati itu terjadi pada kelompok anak.

Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi RSCM, Profesor Hanifah Oswari mengatakan bahwa virus tersebut utamanya menular melalui saluran pencernaan dan pernapasan.

Meski belum diketahui pasti, namun para ahli menduga Adenovirus menjadi biang kerok dari munculnya penyakit misterius ini.

Cara Mencegah Penularan

Dalam upaya mencegah risiko terinfeksi, orang tua disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan. Karena salah satu penularan melalui saluran pencernaan maka menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi prioritas.

"Jagalah kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang, tidak menggunakan alat makan bersama, dan menghindari kontak anak dari orang yang sakit," ujar Hanifah, mengutif laman Sehat Negeriku Kemenkes, Rabu (11/5/2022).

Selain itu, hepatitis akut juga menular melalui saluran pernapasan. Untuk itu, orang tua disarankan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti Covid-19 pada anak.

Waspada Tanda dan Gejala

Orang tua juga perlu mewaspadai sejumlah gejala yang muncul. Hanifah menjelaskan beberapa tanda dan gejala awal yang muncul di antaranya mual, muntah, sakit perut, diare, dan terkadang disertai demam ringan.

Ketika gejala semakin berat akan terlihat tanda pada air urine yang berwarna pekat seperti teh atau tinja yang berwarna putih pucat.

"Jika mengalami gejala tersebut, bawa anak-anak ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan," ujarnya.

Hanifah juga mengingatkan orang tua untuk tidak menunggu hingga gejala berat mulai bermunculan pada anak. Telat membawa anak ke fasyankes bisa berujung fatal.

Halaman:

Tags

Terkini