Mediapriangan.com - Beribadah haji ke tanah suci Makkah merupakan wujud untuk menunaikan rukun islam ke 5. Beribadah haji menjadi impian bagi umat muslim seluruh dunia.
Pada musim haji tahun ini, pasangan suami istri, Eme (65) kesehariannya sebagai pengayuh becak dan Icih (62) sebagai buruh serabutan, terdaftar sebagai Jemaah Calon Haji (JCH) 2022. Mereka dipastikan berangkat ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 10 tahun.
Baca juga: Jemaah Calon Haji Kabupaten Ciamis Berangkat Dimulai 17 Juni 2022
Diketahui, Eme (65) kesehariannya sebagai pengayuh becak dan Icih (62) sebagai buruh serabutan. Pasangan suami istri ini berasal dari Dusun Jatiraga Timur, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Keluarga tersebut punya niat untuk menunaikan haji sejak beberapa tahun lalu.
Niat untuk menunaikan ibadah haji sudah dicita-citakan oleh pasangan keluarga Eme sejak puluhan tahun lalu. Meskipun keadaan ekonomi kurang baik, namun tidak menyurutkan niat mereka untuk naik haji.
Baca juga: Lima Sifat Utama Yang Harus Dimiliki Seorang Great Leader Menurut Bupati Ciamis
Demi mewujudkan cita-citanya, Eme menyisihkan sebagian penghasilan dari mengayuh becak untuk ditabungkan. Sedangkan untuk makan dari sisa menabung dan dari hasil istrinya bekerja.
Uang yang ditabungkan Eme dari hasil mengayuh becak antara 10 ribu hingga 15 ribu per hari, tergantung ramainya pelanggan. Setelah belasan tahun menabung dan cukup uang, mereka pun mendaftarkan haji pada tahun 2012. Kini mereka berbahagia, karena pada musim haji tahun ini keduanya dipastikan berangkat haji. Setelah menunggu selama 10 tahun.
Baca juga: Jemaah Calon Haji 2022 Asal Kabupaten Tasikmalaya Mulai Berangkat 14 Juni
Sejatinya mereka dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada tahun 2020 lalu, namun karena pandemi covid-19, perjalanan haji mereka tertunda. Untuk berangkat haji tahun ini, keduanya masuk kloter 11 dan akan diberangkatkan pada sabtu, 11 Juni 2022.
Keduanya sangat bersyukur bisa berangkat haji tahun ini, walaupun mereka mengaku sedikit bingung tidak memiliki uang untuk bekal selama berada di Makkah, sisa uang yang ada mereka gunakan seluruhnya untuk melunasi ongkos haji.
Meskipun demikian, mereka sangat antusias dan berbesar hati, karena biaya untuk makan sepenuhnya ditanggung pemerintah dari biaya haji.*
Baca juga: Wakil Bupati Tasikmalaya Usulkan Penambahan Kuota Haji