Sejarah Awal Umat Islam Mulai Diwajibkan Berpuasa Ramadan

photo author
Yiyin Sulastri, Media Priangan
- Sabtu, 26 Maret 2022 | 08:58 WIB

Mediapriangan.com -  Tinggal sepekan lagi, tepatnya, sabtu 2 April 2022, umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia akan mulai melaksanakan ibadah puasa. Berarti hampir satu pekan lagi, umat Islam menyambut bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.

Sebelum memasuki bulan Ramadan, bagaimana sejarah awal mula diperintahkannya umat Islam untuk menjalankan puasa pada bulan Ramadan. Dalam berbagai riwayat, jauh sebelum diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadan, pada masa awal Islam, Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan puasa selama 3 hari setiap bulan, sebagaimana diwajibkan dari masa Nabi Nuh AS. Selain itu, Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakan puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharram, perubahan kewajiban puasa terjadi saat Rasulullah hijrah ke Madinah.

Pada 10 Sya'ban setengah tahun setelah umat Islam hijrah ke Madinah, puasa Ramadan mulai diwajibkan. Ketika itu, Nabi Muhammad baru saja diperintahkan untuk mengalihkan arah kiblat dari Baitulmagdis di Yuresalem ke Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi.

Dalam definisi Ahli Fiqh (fuqaha), puasa (shawm) adalah menahan diri dari segala perkara yang merusaknya (baik makan, minum, atau dorongan nafsu) dengan tujuan sebagai salah satu sarana mendekatkan diri kepada Alllah SWT.

Perintah puasa Ramadan didasarkan pada firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 183-184, dari ayat ini dapat dipahami bahwa puasa telah dilakukan sebelum masa kerasulan Muhammad SAW.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan, wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah: memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka itulah yang lebih baik baginya dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Q.S. al-Baqarah: 183-184).

Puasa Ramadan, setelah ayat tersebut turun, menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam selama satu bulan dengan memenuhi syarat dan rukun yang telah disyariatkan. Bahkan puasa masuk dalam rukun Islam, sehingga umat Islam wajib menjalankan dan jika meninggalkan akan mendapat dosa.

Baca juga: NU-Muhammadiyah Perkirakan Awal Ramadan 2022 Tetapkan Sama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yiyin Sulastri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X