gaya-hidup

Tradisi Nganteuran Sebelum Lebaran, Budaya Sunda Yang Semakin Langka

Minggu, 1 Mei 2022 | 13:43 WIB

Mediapriangan.com – Bulan suci ramadan merupakan momen untuk saling berbagi, terutama menjelang lebaran. Di Jawa Barat ada salah satu tradisi unik yang biasa dilakukan saat menjelang lebaran, yaitu “nganteuran.” Tradisi ini biasanya dilakukan oleh penduduk yang tinggal di perdesaan.

Dalam Bahasa Indonesia, nganteuran berarti mengantarkan. Ini merupakan aktivitas untuk mengantarkan makanan yang sudah dimasak kepada keluarga yang lebih tua atau kepada kerabat. Makan yang diberikan biasanya berupa nasi beserta lauk-pauk yang sudah dimasak dan dikirim memakai rantang bersusun.

Keluarga yang dianteruran makanan tersebut, kemudian membalasnya dengan mengisi rantang yang dikirimkan dengan makanan yang mereka masak di rumahnya masing-masing.

Nganteuran ini biasanya dilakukan satu atau dua hari sebelum lebaran. Tradisi ini sebagai wujud rasa hormat dan berbagi rezeki kepada saudara tertua maupun kerabat. Tradisi ini juga dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan untuk menyelesaikan ibadah di bulan Ramadan. 

Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi ini setiap tahun semakin hilang, karena banyaknya pendatang baru yang berbeda suku dan budaya untuk tinggal di daerah yang memiliki tradisi nganteuran tersebut tidak memahami atau tidak mengetahui budaya setempat, bahkan dianggap aneh, sehingga tradisi tersebut akhirnya hilang.

Rasanya sangat sulit di zaman sekarang kita bisa merasakan tradisi nganteuran seperti dulu. Tradisi nganteuran kini hanya tinggal cerita, seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi internet, kini masakan cukup dianteurkeun lewat media sosial berupa foto-foto makanan atau video, tanpa bisa dicicipi dan dinikmati.*


Tags

Terkini