hukum

Saat Mandi, 8 Gadis di Tasikmalaya Direkam Kamera Tersembunyi

Rabu, 11 Mei 2022 | 21:27 WIB

Mediapriangan.com - Delapan gadis berusia 15 sampai dengan 17 tahun asal Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi korban pornografi. Semua aktivitas di dalam rumah indekos terekam kamera tersembunyi. 

Kamera yang terpasang di ventilasi kamar mandi dan kamar tidur indekos yang berada di Kampung Rancamaya Desa/Kecamatan Karangnunggal itu, dipasang pelaku Kendi Al-Absani (22) warga setempat. 

Melalui kamera tersebut, aktivitas ke delapan gadis yang masih berstatus pelajar itu, baik saat mandi ataupun tidur, terekam jelas oleh kamera yang telah diintegrasikan dengan aplikasi android milik pelaku.

"Kita berhasil mengungkap kasus pornografi yang melibatkan delapan gadis pelajar di salah satu rumah indekos di Kampung Rancamaya, setelah ada laporan dari korban," kata Kanit Reskrim Polsek Karangnunggal, IPDA Agus Kasdili, Rabu (11/5/2022). 

Menurutnya, pelaku memang sudah memasang kamera dan menjalankan aksi jahatnya sejak bulan Februari 2022 lalu. Dan terakhir aksi pelaku terjadi pada 20 April 2022. 

Adanya kamera tersembunyi di kamar mandi rumah indekos itu, pertama kali diketahui oleh salah seorang korban berinisial M, setelah ia mandi dan memakai handuk. 

"Tiba-tiba mata korban ini melihat ke bagian ventilasi dan melihat benda hitam mencurigakan seperti kamera. Setelah didekati ternyata betul ada kamera terpasang," ucap Agus. 

Merasa ada kejanggalan lanjut dia, korban kemudian memberitahukan kepada teman-teman satu indekos. Selanjutnya mereka mendekati kamera tersebut dan membawanya ke kamar, lalu diperiksa dan ditemukan memori penyimpanan. 

"Memori itu kemudian dipasangkan ke handphone milik salah satu korban. Saat file-file di memori dibuka, mereka terkejut karena ditemukan video yang tidak layak dilihat. Seperti saat korban sedang mandi, buang air besar dan aktivitas lainnya di kamar mandi," tutur Agus. 

Bahkan bukan hanya aktivitas di dalam kamar mandi, dari memori itu juga lanjut Agus, korban menemukan gambar-gambar saat mereka beraktivitas di kamar tidur termasuk mereka juga melihat gambar saat pelaku memasang kamera di ventilasi kamar mandi dan kamar tidur. 

"Rumah pelaku dengan rumah indekos posisinya berdekatan. Hanya dengan membuka aplikasi di handphone, si pelaku dengan leluasa menyaksikan semua aktivitas kedelapan gadis pelajar di bawah umur yang tinggal di dalam rumah indekos tersebut," kata dia. 

Dari keterangan pelaku ungkap Agus, dia nekat melakukan perbuatan seperti itu dengan dalih untuk dikonsumsi pribadi dan tidak ada niat untuk disebarluaskan ke publik.

"Pelaku sudah kita amankan termasuk sejumlah barang bukti, antara lain lensa kamera yang menempel pada potongan lidi, satu unit handphone. Kemudian sebuah baterai, satu kotak warna hitam, satu kartu memori 8GB, satu antena kecil, dua buah kabel dan sepotong kantong plastik hitam," ujarnya. 

Didalam handphone pelaku terang dia, ada 11 rekaman video delapan gadis atau korban ketika sedang mandi telanjang bulat dan buang air kecil di kamar mandi serta ketika sedang tidur di rumah indekos putri tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini