parlemen

Jabar Zero Stunting, Bukan Hanya Tugas Pemerintah Saja Tapi Semua Elemen Masyarakat

Kamis, 7 Juli 2022 | 13:25 WIB

Mediapriangan.com - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat gencar menurunkan angka tengkes (stunting) di Jawa Barat hingga zero stunting karena kesehatan merupakan salah satu faktor menghasilkan generasi penerus yang berkualitas dan sehat

Stunting merupakan hasil dari buruknya status nutrisi anak sejak dalam kandungan dan di awal kehidupannya. Anak dengan stunting tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan maksimal sebagaimana anak di usia mereka. 

Dalam upaya mewujudkan zero stunting, DPRD Jawa Barat berharap adanya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat akan pentingnya nutrisi dan gizi pada masa 1.000 hari pertama. 

Baca juga: Peringatan Hari Keluarga Nasional 2022, Momentum Perkokoh Hakikat Sebuah Keluarga

Maka dari itu reses Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari dengan mengundang kaum ibu, juga ada guru PAUD, yang merupakan garda terdepan dalam mencegah bahaya stunting.

Reses III masa sidang tahun 2022 ini juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Subang Eni Garyani dan Lurah Pasirkareumbi Andri Lesmana Ahmad, bertempat di Kelurahan Pasirkareumbi, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, Kamis (07/07/2022).

Baca juga: Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-50 Tahun 2022, PKK Adalah Benteng Keluarga

“Dalam reses kali ini, saya juga mengajak masyarakat bersama-sama melawan stunting. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tapi juga seluruh elemen masyarakat,” ujar Teh Ineu sapaan akrab Ineu Purwadewi Sundari.

Ineu menambahkan, stunting adalah kondisi yang ditandai, ketika panjang, atau tinggi badan anak kurang, jika dibandingkan dengan anak normal seusianya.

"Tanda-tanda anak terkena stunting, bisa bapa ibu lihat, di pertumbuhan anak, jika tidak sama dengan anak seusianya, maka secepatnya berkonsultasi dengan ahli gizi, atau dokter puskesmas terdekat," tuturnya.

Baca juga: Cara Mencegah Stunting Sejak Dalam Kandungan Hingga Setelah Melahirkan

Untuk mencegah stunting, lanjut Ineu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh ibu, maupun keluarga pada umumnya, yakni memantau asupan nutrisi, terutama di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Dimulai dari masa kehamilan ibu, sampai anak berusia 2 tahun. Selalu memantau berat badan anak, dan melakukan skrining anemia.

“Karena itu lah kaum ibu, atau pasangan yang hendak menikah perlu diberikan pemahaman, agar nantinya anak-anak yang lahir sehat, dan menjadi generasi berkualitas,” pungkasnya.*

Halaman:

Tags

Terkini