parlemen

Pengolahan Sampah Organik Untuk Budidaya Maggot, Wujud Kemandirian Ekonomi

Senin, 11 Juli 2022 | 06:46 WIB

Mediapriangan.com - Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jabar Hj. Tina Wiryawati SH melakukan Kujungan kerja ke Pengelola Rumah Maggot Dusun Siaga Sadulur di Dusun Ranca Utama Desa Pawindan Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, Senin (11/7/2022).

Hj. Tina mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti hasil Reses program pemberdayaan dan kemandirian ekonomi bagi  masyarakat, yang disampaikan pada kegiatan reses III masa sidang tahun 2022 di Kabupaten Ciamis.

"Budidaya maggot itu merupakan wujud dari kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan, karena selain keterkaitan dengan peternakan dan perikanan sebagai pakannya, juga hasil dari peternakan tersebut kotorannya dapat dijadikan pupuk organik.

Baca juga: Jalan Sehat Ciamis Bertabur Hadiah, Buat Warga Antusias Di Tengah Guyuran Hujan

Kunjungan ke tempat budidaya maggot secara langsung di Dusun Ranca Utama Desa Pawindan Kecamatan Ciamis ini, supaya bisa mengetahui lebih dalam mengenai budidaya maggot dan menyerap aspirasi agar dapat lebih dikembangkan. 

"Karena menurutnya budidaya maggot potensi pemasarannya cukup  tinggi, karena maggot sendiri sebagai pengganti sumber protein pakan olahan atau pelet," ungkapnya.

Oleh karena itu kata Hj. Tina, budidaya maggot dapat menjadi solusi kemandirian ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sosialisasikan Raperda Lansia Di Ciamis

Sementara Asep Pengelola Rumah Maggot Dusun Siaga Sadulur yang terletak di Dusun Ranca Utama Desa Pawindan Kecamatan Ciamis mengatakan bahwa budidaya maggot tersebut baru berjalan sejak tahun 2020.

"Budidaya maggot ini baru berjalan 2 tahun, saat itu berdiri pada tahun 2020, masyarakat sedang terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19," katanya.

Sehingga kata Asep pihaknya memutar otak,  mencari cara supaya tetap mendapatkan penghasilan, akhirnya dengan cara budidaya maggot ini. 

Baca juga: BKPSDM Kabupaten Ciamis Mendapat 3 Penghargaan BKN

Asep mengungkapkan bahwa untuk sekali panen rata-rata dapat menghasilkan 15 kg/hari, dengan harga jual Rp. 10.000/kg untuk eceran dan Rp. 7.000/kg untuk partai besar.

"Untuk eceran pakan burung ada yang datang langsung membeli, sedangkan yang partai besar untuk pakan ternak biasanya saya kirim langsung," ungkap Asep.

Halaman:

Tags

Terkini