Reses Akhir Tahun Anggota DPRD Kabupaten Sumedang

Dilihat : 18 kali.

Mediapriangan.com – ANGGOTA DPRD Kabupaten Sumedang melaksanakan reses di akhirtahun 2018 ini. Reses ini merupakan Reses Masa Persidangan III yaitu pada empatbulan terakhir di tahun kalender. Terdapat tiga kali reses bagi anggota DPRDSumedang yang dilakukan sesuai daerah pemilihan.

Agenda reses yang dilakukan Anggota DPRD Sumedang Ai Lia di Dusun Nyalindung Rt 01 RW 06 Desa Nyalindung Kecamatan Cimalaka lebih banyak membicarakan tentang rencana dibangunnya jalan tol yang akan memakai lahan penduduk di beberapa desa di Kecamatan Cimalaka. Warga sangat menginginkan ganti rugi yang setimpal dengan lahan mereka. Selain harga yang pantas, warga juga mempertanyakan kepastian waktu pembayaran ganti rugi serta proses lainnya.

Reses yang dilakukan Wawan Kusnadi di Desa Tanjunghurip, Kecamatan Ganeas   menerima aspirasi tentang kondisi kesehatan warga. Ternyata masih banyak warga yang belum menjadi peserta BPJS karena semakin dirasakan kesulitan menggunakannya berdasarkan informasi dari sekitar. Mengenai hal ini, Wawan menyebutkan bahwa kepesertaan BPJS terus menerus dikelola dengan baik dengan tujuan penjaminan kesehatan untuk seluruh penduduk. Masalah yang terjadi dalam BPJS seharusnya tidak menjadikan niat warga untuk menjadi peserta BPJS.

“Saat ini upaya pemerintah untuk menjamin kesehatan penduduk yaitu melalui BPJS, jadi ikuti saja dulu kebijakan ini karena pada dasarnya adalah baik, namun disisi lain warga harus tetap menjaga kesehatan agar tidak mudah sakit dan berobat ke layanan kesehatan,” kata Wawan.

Dalam kesempatan ini, Wawan memberikan  pompa air kepada warga Dusun Sahang di Desa Dayeuh Luhur. Sementara, warga Dusun Nangkod mendapatkan bantuan perlengkapan bola voly.

Di Dusun Malaka, Desa Banyuresmi, Kecamatan Sukasari, agenda reses diisi oleh Tati Warliah. Ada kekosongan guru MDA akibat belum adanya penghargaan yang setimpal dari pemerintah kabupaten sementara para guru membutuhkan penghasilan untuk membiayai kehidupannya. Padahal, insentif untuk guru MDA sempat disosialisasikan di desa ini sejak pemerintahan yang lalu di Sumedang. Namun besarannya yang masih belum mencukupi kebutuhan keluarga sudah terlanjur dihentikan pemberiannya.

Menanggapi aspirasi ini, Tati mengatakan bahwa kekurangan guru MDA akibat kurangnya penghargaan dari pemerintah bisa disiasati dengan menjalin kontrak antara pemerintah desa dan warga yang berrminat menjadi guru MDA. Peruntukan dana ini dibolehkan menurut aturan perundang-undangan. Namun saat ini, katanya,  APBD Kabupaten Sumedang juga mulai mengalokasikan kembali dana insentif guru MDA yang dapat menjadi motivasi. Tati memaklumi bahwa kekosongan guru MDA ini akibat harapan guru MDA yang tak kunjung direalisasikan pemerintah.

Di  Kecamatan Jatinangor, Reses Masa Persidangan II  salah satunya dilakukan Anggota DPRD dari Fraksi Parta Gerindra Deden Doni. Menruut Deden, permasalahan yang sering kali disampaikan adalah masalah sampah. Warga Kecamatan Jatinangor menginginkan segera pembuangan sampah akhir di Cijeruk, Kecamatan Pamulihan. Saat ini produksi sampah warga di wilayah Jatinangor mencapai 10 ton perhari.

“Volume sampah memang terus bertambah di Jatinangor, sementara pembuangan akhir sampah di Cijeruk belum jadi, sampah jadi sering menumpuk karena pembuangan ke tempat akhir sering terhambat macet lalu lintas,” kata Deden. HUmas DPRD Kab. Sumedang/Adv

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *