Mediapriangan.com - Video perundungan anak berseragam SD yang beredar di media sosial, Setreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mempertemukan para pihak termasuk orang tua dari kedua siswa salah satu SD di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya Jabar.
Kepada wartawan, orang tua anak pelaku perundungan, Ipin (40) menjelaskan, kedatangannya ke Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya ini, untuk memberikan informasi dan keterangan soal video perundungan yang melibatkan anaknya.
"Pengakuan anak saya katanya bercanda. Anak saya satu kelas dan tempat tinggalnya juga hanya beda RT saja. Jadi cukup kenal baik. Kita sudah silaturahmi ke keluarga korban dan membantu memberikan biaya pengobatan," tutur Ipin.
Baca juga : Video Anak Berseragam SD Di Tasikmalaya Viral Di Medsos
Dia menuturkan, dari pengakuan anaknya, kejadian itu ketika bermain silat-silatan di dalam kelas dan tidak sengaja mengenai tubuh korban.
Orang tua korban, Arip Afandi (55) mengatakan, hingga saat ini anaknya masih mengalami trauma dan tengah dilakukan terapi serta pendampingan oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya.
"Anak belum mau sekolah, karena masih trauma. Sementara ini istirahat di rumah," terang dia.
Arif membeberkan, setelah kejadian perundungan di dalam kelas, anaknya tidak langsung memberitahukan apa yang dialaminya di sekolah.
"Justru kami mendapat informasi dari luar. Saat ditanya, anak mengaku sakit di bagian kepala dan pusing. Kami bawa ke dokter syaraf untuk di rontgen dan hasilnya alhamdulillah baik. Hanya pusing saja," ujarnya.
Dia menambahkan, dengan keluarga pelaku perundungan sudah islah.
Baca juga : Kedua Orang Tua Siswa SD Kasus Video Perundungan Dipertemukan