Mediapriangan.com - Bagi penggemar makanan pedas, rasanya kurang mantap apabila berbuka dan sahur tidak dibarengi dengan makanan pedas. Sensasi pedas dinilai dapat memperkaya cita rasa makanan dan menambah nafsu makan.
Saking sukanya, ada orang yang selalu makan pedas setiap saat. Bahkan saat sahur dan berbuka puasa. Lalu apa saja akibat dari sering makan pedas terhadap kesehatan?
Ini dia beberapa kondisi yang memungkinkan muncul akibat sering makan pedas saat sahur dan berbuka.
Memperparah gelaja tukak lambung
Tukak lambung adalah luka yang terbentuk pada bagian dalam dinding perut dan bagian atas usus halus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter Pylori atau konsumsi aspirin dan obat-obatan anti peradangan dalam jangka waktu panjang.
Makanan pedas bukanlah penyebab utama timbulnya tukak lambung. Namun gejalanya akan bertambah parah jika sering makan pedas saat sahur dan berbuka.
Muncul nyeri dan rasa terbakar pada perut.
Beberapa orang merasakan sensasi terbakar pada perut bagian atas dan dada. Kondisi ini biasanya terjadi akibat refluks asam lambung, yaitu naiknya lambung menuju kerongkongan.
Selain makanan pedas, pemicu naiknya asam lambung disebabkan pula oleh makanan asam, makanan berminyak, cokelat, kafein, bawang dan saus tomat.
Memicu iritasi kerongkongan
Saat mengonsumsi makanan yang pedas, lidah mengirimkan sinyal kepada otak. Otak kemudian menanggapinya dengan rasa mual, sakit perut hingga muntah. Ini merupakan respons normal dari perut.
Paparan berkali-kali terhadap kerongkongan dapat memicu iritasi, bahkan luka pada kerongkongan. Akibatnya kerongkongan terasa nyeri selama berpuasa.
Meningkatkan risiko gastritis
Gastritis merupakan peradangan pada bagian dalam dinding lambung. Salah satu pemicu gastritis adalah sering makan pedas terutama ketika berbuka puasa.