Terlalu Sering Makan Gorengan di Bulan Puasa, Ini Dampaknya

photo author
Rizky Nur Huda, Media Priangan
- Senin, 18 April 2022 | 16:44 WIB

Mediapringan.com - Ngabuburit merupakan tradisi menunggu berbuka puasa di bulan Ramadan, biasanya diisi dengan berburu takjil. Di banyak tempat para pedagang bermunculan yang menawarkan beragam menu berbuka puasa seperti makanan ringan dan minuman.

Biasanya takjil yang paling banyak disukai yaitu gorengan, ada banyak jenis gorengan yang ada, mulai dari tempe goreng, bala-bala, gehu, tahu, pisang, usus, jamur, dan lain sebagainya.

Sehari-hari kita tidak bisa luput dari makanan yang berminyak.  Rasa-rasanya tidak afdol jika memasak tidak memakai minyak. Bahkan masakan yang digoreng sungguh terasa nikmat, apalagi ditemani teh hangat.

Namun perlu diingat, ada beberapa dampak pada tubuh Anda jika terlalu sering makan makanan berminyak. Mau tau apa saja? Yuk kita simak!.

1. Mengganggu Sistem Pencernaan

Lemak adalah yang paling lambat dicerna, dan memerlukan enzim serta cairan pencernaan, seperti empedu dan asam lambung untuk memecahnya. Segala sesuatu dari stres sampai obat dapat menurunkan tingkat cairan pencernaan ini. 

Sehingga banyak orang kekurangan untuk memulai. Lemak, dapat membuat sistem pencernaan Anda akan bekerja lembur dan sering menyebabkan kembung, mual dan tidaknyamanan.

2. Membuat Diare

Gejala yang paling umum dari regangan pencernaan adalah gejala yang tidak menyenangkan. Banyak orang juga mengalami diare dan sakit perut setelah makan makanan berminyak.

3. Membuat Bakteri Usus Rusak

Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa apa yang Anda makan mempengaruhi bakteri usus Anda, juga dikenal sebagai mikrobioma Anda. Seperti makanan berminyak tidak mengandung lemak sehat dan bergizi yang kita temukan pada hal-hal seperti alpukat, ikan, minyak zaitun extra virgin dan bahkan mentega.

4. Makanan Berminyak Menyebabkan Jerawat

Anda mungkin tidak melihat jerawat langsung setelah makan besar, tapi makanan berminyak mungkin berperan dalam jerawat. Efeknya tidak langsung, terjadi dari waktu ke waktu dan sebagai akibat dari pola makan makanan.

Jerawat sebagian besar disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon atau ketidakseimbangan bakteri, sehingga makanan berminyak menyebabkan jerawat dengan cara membahayakan kesehatan usus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rizky Nur Huda

Tags

Rekomendasi

Terkini

X