Cara Mencegah Stunting Sejak Dalam Kandungan Hingga Setelah Melahirkan

photo author
Asep Budi Karyana, Media Priangan
- Kamis, 7 Juli 2022 | 06:13 WIB

Mediapriangan.com - Belakangan ini stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun).

Stunting akibat dari kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan sehingga anak terlalu pendek bila dibandingkan dengan tinggi anak seusianya. Kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Berdasarkan WHO, stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Selain mengganggu pertumbuhan fisik anak, kondisi ini juga dapat memicu berbagai gangguan kesehatan lainnya. 

Baca juga: Gerakan Melawan Stunting, Memanfaatkan Nutrisi Daun Kelor

Untuk itu, pastikan ibu melakukan beberapa pencegahan, mulai dari memperhatikan asupan saat menjalani kehamilan, memastikan nutrisi anak terpenuhi dengan baik, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Jumlah penderita stunting di Indonesia menurut hasil Riskesdas 2018 terus menurun. Namun langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, berikut 5 cara pencegahan stunting pada anak. Dikutip dari laman promkes.kemkes.go.id (6/7/2022)

Baca juga: PDI Perjuangan Pamer Kopi Lokal Di Festival Kopi Tanah Air

1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. 

Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. 

Selain itu, ibu yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

Baca juga: Jelang Hari Keluarga Nasional 2022, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana Jabar Gelar Rakerda

2. Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Asep Budi Karyana

Tags

Rekomendasi

Terkini

X